Selasa, 23 Februari 2016

Sistem Pencernaan


Paper KMB I
Sistem Pencernaan

Description: E:\LEMBAR KOMSUL\DATA IKM\LOGO\FILE00010.png

Disusun Oleh Kelompok 1:
Afita Naroyanti             (14001)
Nurul Ibnu Fajar            (14023)
Ratna Budi Sari             (14026)
Rita Widiyastuti             (14027)
Yolanda Anggi Kusuma (14042)




AKADEMI KEPERAWATAN HARUM JAKARTA
TAHUN 2015

Esofagus
Definisi
Esofagus adalah suatu saluran muscular yang akan menyalurkan makanan dari faring menuju lambung; proses pencernaan juga tidak terjadi pada tempat ini. Gerakan peristaltic esofagus akan mending makanan dalam satu arah dan memastikan makanan masuk ke lambung walapun tubuh dalam posisi horizontal atau terbalik. Pada tempat sambungannya dengan lambung, lumen atau kavitas esofagus dikelilingi oleh spingter esofagus inferior (lowe esophagus sphincter/LES), yang merupakan otot polos sirkular. Ketika LES relaksasi, makanan akan memasuki lambung, dan ketika berkontarksi akan mencegah masuknya isi lambung kedalam esofagus. Jika LES tidak menutup secara sempurna adonan makanan dalam lambung dapat terdorong ke atas kedalam esofagus keadaan ini sangat menyakitkan dan disebut nyeri ulu hati (heart burn).
Esofagus (kerongkongan) merupakan saluran pencernaan setelah mulut dan faring, panjangnya kira-kira 25cm dengan diameter sekitar 2,54cm dan dengan posisi mulai dari tengah leher sampai ujung bawah rongga dada dibelakang trakea. Pada bagian dalam dibelakang jantung menembus diafragma sampai ke rongga dada dan ke fundus lambung melewati persimpangan sebelah kiri diafragma. Sekresi esofagus sekresi esofagus mucoid yaitu memberi pelumas untuk pergerakan makanan melalui esofagus. Pada permulaan esofagus terdapat kelenjar mukosa komposita. Bagian badan utamanya dibatasi oleh banyak kelenjar mukosa simplek yang berfungsi mencegah sekresi mukosa oleh makanan yang baru masuk. Kelenjar komposita yang terletak pada perbatasan esofagus dengan lambung berfungsi untuk melindungi dinding esofagus dari pencernaan getah lambung. Pada peralihan esofagus ke lambung terdapat spingter kardiak yang dibentuk oleh lapisan otot sirkuler. Spingter ini terbuka secara reflek pada akhir proses menelan. Tunika mukosa esofagus mempunyai epitel gepeng berlapis yang mengandung kelenjar-kelenjar (landula esofagus). Lapisan dinding esofagus dari dalam ke luar:
1.      Lapisan selaput (mukosa)
2.      Lapisan submucosa
3.      Lapisan otot melingkar (muscular sirkuler)
4.      Lapisan otot memanjang (muskolarlonggitudinal)



Fungsi Sfingter Esofagus
Fungsi utama esofagus adalah untuk mengangkut makanan, cairan dan air liur dari mulut ke lambung. Lambung kemudia dapat memecah makanan, dan meneruskan proses pencernaan kimia dan mekanik. Esophagus atau kerongkongan adalah tabung berotot yang menghubungkan lambung ke bagian belakang tengorokan. Ketika sesorang makan dengan mengigit makanan, ait liur dan gigi mereka melalui proses kimia dan secara mekanis memecah makanan menjadi potongan kecil. Setelah makanan ditelan, memasuki kerongkongan, dan kontraksi peristaltik mendorong makanan ke bawah esophagus sampai mencapai lambung. Pada manusia, panjang kerongkongan sekitar 18 sampai 25 sentimeter. Ini berjalan tepat di belakang trakea dan jangtung saat melewati diafragma.
Lapisan otot esophagus yang terjepit bersama-sama dibagian atas dan bawah esophagus. Bagian-bagian dari esophagus dikenal sebagai sfinger. Ketika seseorang menelan, kedua sfinger ini secara otomatis relaksasi dan memungkinkan makanan dan cairan untuk melewati esophagus. Sfingter kemudia menutup dengan tepat untuk mencegah isi lambung tidak bocor ke kerongkongan. Orang-orang yang menderita penyakit refluks asam memiliki kerusakan pada sfinger esophagus, yang menyebabkan asam lambung dan makanan untuk melakukan perjalanan kembali ke esophagus.
Pada bagian bawah 2,5cm diatas lambung terdapat otot sirkuler esofagus yang berfungsi sebagai sfingter esofagus bawah yang secara otomatis menutup apabila gelombang menelan berjalan menuruni esofagus. Relaksasi reseptif merupakan isyarat rangsangan dari nervus mesentrius untuk merelaksasi sfingter esofagus ke bawah, sebelum gelombang peristaltic dilakukan agar makanan yang ditelan mudah masuk lambung. Fungsi utama sfingter esofagus bawah adalah mencegah isi lambung naik lagi kedalam esofagus. Isi lambung sangat asam dan banyak mengandung enzim proteolitik. Esofagus tidak mampu menahan kerja pencernaan lambung dalam waktu lama.


Pengertian Atresia Esofagus
Atresia Esofagus atau dikenal juga dengan nama Esophageal atresia adalah kondisi tidak berkembangnya esofagus pada janin sehingga makanan tidak bisa dilewati dari mulut ke perut.
Sistem syaraf yang mensyarafi esophagus
 Nervus vagus, merupakan nervus yang mempersarafi esophagus. Sifatnya majemuk (sensoris dan motoris), mengandung serabut-serabut saraf motoric, sensorik dan parasimpatis faring, laring, paru-paru, esophagus, gaster intestinum minor, kelenjar-kelenjar pencernaan dalam abdomen dan lain-lain.

Daftar Pustaka
Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
Drs. H. Syaifuddin, AMK. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 3. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta: EGC.
Evelyn C. Pearce. 2008. Anatomi & Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: EGC.
Syaifudin. 2009. Fisiologi Tubuh Manusia. Jakarta : Salemba Medika.
Valerie, Scanlon. 2006. Buku Ajar Anatomi & Fisiologi Edisi 3. Jakarta: EGC.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar